DECO-PEDIA: Istilah-Istilah Penting Desain Interior 101

Dalam obrolan mengenai desain interior, seringkali muncul istilah yang membuat kita benar-benar tidak mengerti. Ini adalah fase yang sangat normal untuk kamu yang sedang mengawali perombakan interior rumah dan sedang berkonsultasi dengan desainer interior, semua pasti pernah mengalaminya. Oleh karena itu, Fiolight kali ini memberikan istilah-istilah dalam kamus desain interior yang patut diketahui. Baca terus untuk penjelasan mereka tentang desain interior dan pertimbangkan untuk menggunakan kata-kata ini saat berikutnya kamu terlibat dalam tentang obrolan desain.

  1. Art Deco: Gaya dekoratif vintage tahun 1920-an dan 1930-an yang elemennya diadaptasi sesuai perkembangan teknologi modern. “(A History of Interior Design, oleh John Pile dan Judith Gura). Art Deco bermakna pada desain yang modern dengan keanggunan dan kemewahan ala vintage, seperti kesan yang ditimbulkan pada film The Great Gatsby. Memiliki karakter pola seperti, untuk garis-garis yang bersih, warna-warna bold, bentuk sudut dan pola bergaya zig-zag. (Gambar: Art Deco Vintage Frames & Element, Ganna Syvak; Graham & Brown Collections)
  2. Bauhaus: diambil dari sebuah nama sekolah di Jerman yang melatih para pelajarnya dalam bidang seni, arsitektur, dan keahlian secara teknis (engineering) secara setara. Bauhaus adalah pioneer yang menggabungkan harmoni di antara konsep-konsep tersebut dengan menciptakan gaya desain interior yang segar, fungsional, dan estetik. Biasanya gaya desain interior dan dekorasi yang terinspirasi oleh Bauhaus berlaku untuk rumah atau bangunan yang bernuansa Scandinavian, Ecletic, Industrial dan Minimalis. (Gambar: Bauhaus Design Collections) 
  3. Focal Point: adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk salah satu sudut ruangan atau dekorasi eye-catchy dalam rumah atau bangunan yang seketika mampu menyita perhatian. Jika kamu ingin membuat sudut rumahmu jadi salah satu focal point, hal sederhana yang bisa kamu lakukan adalah memaksimalkan salah satu dinding untuk menggantungkan semua frame foto keluarga dan ditambahkan tulisan “Wall of Fame” di atasnya. (Gambar: Architectural Digest) 
  4. Dark & Moody: istilah desain interior yang bernuansa sedikit misteris dan suasana dengan warna-warna gelap. Hitam, abu-abu, biru gelap, dan merah maroon yang kaya, memberikan kesan interior yang dramatis dan berbeda sesuai dengan selera orang tertentu. Dengan dinding berwarna gelap, bisa dipadu-padankan dengan dekorasi-dekorasi yang mempertegas gaya interior moody dengan selera yang mewah dan klasik dengan memberikan lampu dekorasi berwarna emas dan perak, sofa berwarna terang, lukisan abstrak, dan pencahayaan yang terstruktur. (Gambar: Livinator) 
  5. Kontemporer: istilah untuk desain interior masa sekarang atau kekinian namun tak akan pernah ketinggalan zaman. Untuk tren 2019 ini bertema basic and clean, dengan karakter desain interior yang dilengkapi warna-warna netral, furnitur berbahan-bahan dasar seperti kayu dan stainless steel dan jumlah ornamen minimal, tujuannya adalah untuk nuansa yang bersih dan rapi. (Gambar: The Spruce)
  6. Chinoiserie: berasal dari bahasa Prancis yang berarti ‘dalam selera Cina.’ Ini menggambarkan gaya ornamen dekoratif Eropa yang sangat populer di abad ke-17 dan ke-18 yang diadaptasi dari tradisi artistik khas Cina yang pada masa itu para pedagang Cina yang pergi jauh ke dunia Barat untuk berjualan kain sutra, dan Chinoiserie masih populer hingga hari ini. Biasanya tiap ornament menggambarkan sebuah cerita ala Oriental pada tekstil, wallpaper, tembikar, porselen, dan perabotan yang dipernis dan dicat. (Gambar: Invaluable)
  7. Eclectic: adalah istilah yang populer dalam bahasa desain interior, yang berarti dekorasi yang terdiri dari elemen heterogen – campuran tekstur, periode waktu, gaya, tren, dan warna. Namun, ada garis tipis antara ruang eklektik yang indah dan ruangan yang hanya serampangan dan semrawut, tanpa tema atau motif yang menyatukan. Dalam interior eklektik objek harus memiliki keterkaitan sebelum digabungkan semuanya. Agar dapat menemukan harmoni yang terarah, harus ada kisi — garis gaya, sesuatu yang merekatkannya, misalnya eklektik dengan tema Nautical (rumah pantai) atau gaya rumah tabrak warna dan motif ala Maroko. (Gambar: Pinterest & Architectural Digest)
  8. Transitional (Transisi): adalah istilah desain interior yang menggabungkan konsep klasik dengan modern. Tujuannya adalah untuk menjadi abadi dengan memadukan yang lama dengan yang baru. Tidak seminimal dan mendasar dalam desain kontemporer, tetapi dengan dekorasi yang berfokus pada desain yang klasik dan tradisional. Dengan begitu, gaya transisi memberikan nuansa kehangatan, kenyamanan, dan keseimbangan yang berasal dari estetika tradisional. Alih-alih terhambat oleh detail hiasan yang kadang-kadang dapat membuat ruang tradisional terasa usang, tampilan transisi menegaskan adanya batasan gaya yang bersih dan sederhana yang didefinisikan dalam desain kontemporer. Yang terbaik, gaya tradisional terasa abadi dengan sentuhan modern. (Gambar: Pinterest & Arsitag) 

Start typing and press Enter to search